Ikan lele merupakan salah satu ikan yang memiliki daging dengan citarasa yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Di tahun 2018 ini, ide untuk membudidayakan ikan lele untuk menyuplai masyarakat pecinta kelezatan daging ikan lele khususnya untuk Warga Binaan dan Masyarakat Kabupaten Kota Karimun. Selain untuk menyediakan pasokan daging ikan lele, pembudidaya ikan lele akan dapat memperoleh keuntungan hasil dari penjualan ikan lele yang mereka budidaya.

Peternakan Lele Rukazam

Peternakan lele ini awalnya muncul atas Ide dari Kepala Rutan Karimun yaitu Bapak Eri Erawan yang menginginkan adanya kegiatan yang positif bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan selama dalam masa pembinaan di Rutan Karimun.

Memilih Bibit Ikan Lele

Supaya Anda tidak salah memilih bibit, sebaiknya memperhatikan beberapa kriteria. Kriteria tersebut diantaranya mencakup, asal bibit, gerakan, fisik, kesehatan, riwayat indukan dan lain-lain.

Kolam Ikan Lele

Kolam yang digunakan dalam pembesaran ikan lele banyak jenisnya, yaitu kolam terpal, kolam semen dan kolam tanah. Dari ketiga bahan pembuat kolam tersebut, jenis kolam terpal merupakan yang paling murah.

Di samping itu, kolam terpal mudah dalam pembuatannya, praktis dan produktivitas ikan lele tetap tinggi. Dilihat sepintas, kolam tanah mungkin lebih murah karena bisa mengurangi biaya pakan ikan lele. Namun, bahaya hama dan penyakit jauh lebih rentan di kolam tanah sehingga hasilnya tidak optimal.

Lalu, bagaimana cara membuat kolam terpal yang baik?

  • Pertama, Anda harus menyiapkan terpal khusus untuk budidaya lele. Harga terpal di pasaran sekarang sekitar Rp9000 per-meter. Jika Anda ingin membuat kolam ukuran 10×5 meter, berarti hanya mengeluarkan biaya Rp.450.000.
  • Langkah kedua, dasar kolam sesuai ukuran kolam yang diinginkan. Untuk para pemula, sebaiknya menggunakan ukuran kolam 5×2 meter supaya ketika mengalami kegagalan tidak mengalami kerugian besar.
  • Ada dua jenis dasar kolam yang bisa Anda pilih, yaitu dasar kolam dengan menggali tanah dan di permukaan tanah. Sebaiknya, Anda memakai dasar kolam dengan menggali tanah agar tidak mengalami kesulitan ketika pemberian pakan.
  • Galilah tanah sedalam 70 cm sampai dengan 1 meter. Lalu, letakan tanah hasil galian di bibir kolam sebagai tanggul setinggi 30-50 cm agar kolam tidak mudah jebol.
  • Selanjutnya, buatlah beberapa reng dari bambu (seperti pagar) yang disusun di atas tanggul kolam setinggi kurang lebih 35 cm. Untuk bagian sudut kolam, gunakan potongan bambu utuh (jangan dibelah). Jadi, tinggi kolam nantinya sekitar 125-130 cm.