SINOPSIS PERAHU PEMASYARAKATAN

Hidup adalah suatu perjalanan yang penuh misteri dan kejutan. Ada kegembiraan, cerita keharuan, kisah kesedihan bahkan satir kegetiran yang tak terkira. Sebagai suatu perjalanan, tak sedikit manusia yang tersesat dan kehilangan arah tujuan, perjalanan hidupnya. Atas dasar pemikiran dan dalam konteks itulah, lahir gagasan untuk membuat satu miniatur berbentuk perahu dan diberi nama Perahu Pemasyarakatan. Dimana, proses pengerjaannya ditangani langsung oleh warga binaan Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun​
Oleh : Eri Erawan
Kepala Rutan Karimun

Sekilas, tak terlihat sesuatu yang menarik dari Perahu Pemasyarakatan tersebut. Hanya sebuah miniatur perahu yang banyak dijumpai di berbagai pelosok negeri. Namun jika dicermati secara mendalam serta dikaji secara ilmiah, Perahu Pemasyarakatan tersebut menceritakan salah satu siklus perjalanan hidup seorang anak manusia yang sedang atau pernah menyandang prediket sebagai Bang Napi.

Padahal, baik itu nakhoda, mualim, kelasi maupun anak buah kapal yang bekerja di Perahu Pemasyarakatan tidak menggunakan sebutan yang demikian. Seluruh Crew Perahu Pemasyarakatan menyapa mereka sebagai Warga Binaan. 

“Sebab tujuan perjalanan Perahu Pemasyarakatan adalah mengantarkan mereka ke “Pulau Harapan” setelah pulihnya kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan warga binaan sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang disebut sebagai Reintegrasi Sosial dalam tujuan pemasyarakatan.”

Kiranya, tidak ada seorang pun manusia pun yang ingin menjadi penumpang Perahu Pemasyarakatan. Mengapa demikian? Sebab, sebelum seseorang menjadi warga binaan Pemasyarakatan, ia menjalani proses penyidikan, penuntutan, serta pengadilan untuk penetapan status hukumnya. Ini merupakan suatu proses yang amat melelahkan, menguras energi dan perasaan. Melewati pergantian bulan dan matahari selama lebih kurang 440 hari. Apakah ini sudah berakhir? Justru, ini adalah titik awal perjalanan seorang, sebagai penumpang di Perahu Pemasyarakatan dan bagi Crew Perahu Pemasyarakatan, tidak ada pilihan selain menerima penumpang baru itu. 

Siapa pun ia, apapun sukunya, agamanya, maupun jenis pidananya, Crew Perahu Pemasyarakatan musti menerimanya. Bahkan kini, jumlah penumpang di Perahu Pemasyarakatan semakin membludak sehingga melebihi kapasitas muatan. Namun apa boleh dikata, Perahu Pemasyarakatan harus tetap berlayar dengan segala keterbatasannya. Menjamin keselamatan, keamanan, serta ketertiban para penumpang. Ini, jelas merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Beragam jenis perilaku, karekter, sikap dan reaksi yang telah melekat pada diri para penumpang pemasyarakatan. Dan, menjadi tugas Crew Perahu Pemasyarakatan lah untuk menjadikan mereka sebagai makhluk sosial yang dapat saling menghormati, menghargai, berteloransi, taat hukum dan menempatkan dirinya sesuai norma kaidah sosial.

Dalam menempuh perjalanan mencapai tujuan, maka tak selamanya Perahu Pemasyarakatan berlayar dalam suasana dan nuansa yang bersahabat. Tak jarang, muncul berbagai persoalan yang bersumber dari para penumpang perahu. Perubahan perilaku dan sikap adalah suatu proses panjang yang berkelanjutan dalam konteks pembinaan. Diperlukan totalitas pengabdian dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dari para crew Perahu Pemasyarakatan dalam menyikapi berbagai persoalan dan tantangan yang muncul. Menguatnya komunikasi dan interaksi antara Crew Perahu Pemasyarakatan dengan penumpang pada gilirannya menjadi salah satu kata kuncinya. 

Di sisi lain, baik crew maupun penumpang harus sama-sama menyadari bahwa persoalan yang muncul selama perjalanan, bukanlah sebagai pemecah tetapi justru menjadi pemersatu. Tantangan terberat lainnya yang dihadapi oleh Perahu Pemasyarakatan yakni cuaca yang tidak bersahabat. Sungguh teramat luas, samudera yang harus diarungi Perahu Pemasyarakatan, untuk mengantarkan para penumpang. Hembusan angin kencang, gelombang laut yang tinggi, hingga badai serta topan yang menggelora, adalah tantangannya. Perahu Pemasyarakatan membutuhkan bantuan semua pihak untuk melewatinya. Ingatkanlah Perahu Pemasyarakatan agar haluannya tetap menuju arah yang benar!!!.. . Berlayarlah dengan penuh semangat, kesabaran, dan keiklasan.

KEMENKUMHAM PASTI

PEMASYARAKATAN PASTI SMART